Posts

Cukup

Mungkin memang beginilah kami terlahir. Dari kekosongan, dan ketidakmengertian. Ternyata kami terlahir sama, menjadi orang orang yang tidak mau di remehkan, di kekang. Kami memilig berdebat untuk hal hal yang kami inginkan, dan menutup telinga untuk hal yang dirasa tidak cukup penting. Memangnya apa yang cukup penting? Dalam beberapa kondisi pada akhirnya aku memaklumi, mungkin kata ngglonjom, ndablek, ngeyel, sak karepe dewe sudah melekat didiri kami. Kami bukan orang sakit, hanya orang yang bertahan, dan berusaha bertahan. Dengan membuat benteng sekuat kuatnya. Iya, benteng sekuat kuatnya, untuk melindungi hatinya yang sejujurnya lemah. Semakin rasa sakit itu datang, semakin tebal perisai yang di buat, karena ada hati yang semakin rapuj yang harus di jaga. Kalau boleh jujur, kami bukan apa apa. Kami atau aku, hanyalah orang yang berusaha menguatkan diri. Sampai kapan?, sampai, barangkali, hati kami sudah mati rasa. Hinaan, celaan, semuanya, telinga kami sudah bebal. Dan kami ti...

How if

Bagaimana jika kamu kehilangan hatimu? Bagainama jika yang tersisa disana hanya kekosongan dan kebencian? Bagaimana? Tahukah kamu, rasanya remuk dan berat. Berharap luka ini segera sembuh. Tapi mana bisa? Mana bisa?

Poem : Us

Its too me Its too me To many me I wanna learn to say us All of us We All of we Not me nor her Nor him But us but us Because it team work Place which there is not only body to body But here, many bodies who work together

Sarkasm

Karena menjadi sempurna itu berat, makanya hanya Alloh yang sempurna. Bukan kamu Kalo kamu belajar menjadi baik, dan, sampai pada titik menjadi menyalahkan orang lain karena merasa benar, itu bukan sempurna, tapii, sok sempurna Beda lho, sempurna dan sok sempurna

Poem : sadari

Ada banyak keajaiban di dunia ini Ada yang kita tau Ada yang kita tak tau Ada yang kita sadari Ada yang tidak kita sadari Dan aku memahami salah satunya Adalah keajaiban bagiku bisa mengenalmu Melihatmu dari dekat Mendengar celotehmu

Poem : Topeng

Aku sedang berada pada titik lelah Jika mampu Aku ingin melepaskan sejenak topeng tebal di mukaku Aku lelah berpura pura tertawa Lelah menutupi luka dengan bicara Seolah olah semua baik baik saja Aku ingin istirahat sejenak Melepas penat di kepala Bersandar pada yang kuasa

Poem : merindu

Kita bukan siapa siapa sebelumnya Tak saling mengenal Tak Saling tahu menahu Lalu pertalian takdir membawa kita Saling berbagi bersinggungan Di pertemukan pada rumah yang sama, dengan alasan masing masing yang berbeda Kalian yang kurindukan Memori kita selalu ingin ku kenang Tentang malam malam penuh bintang Malam malam yang gelap Berkabut Terburu burunya kita jika hujan tiba tiba datang Bersoraknya kita jika mendung hilang Semuanya , Aku rindu Merindukanmu