Posts

Foto

Image
Dari pada hape penuh, lebih baik memanfaan blogger kan ya. Ini ceritanya aku lagi nemenin ibu buat cek up. Semacam di leher ada gondok (Yang kata dokter ternyata kista) Tapi hasil lab nya normal

Wawancara

Image
Hari ini nge fix in menejemen sih. Alhamdulillah lumayan selesai. Terus pos pos yang kosong sudah mulai ter isi. Tadi ada wawancara juga Numpang narsis doang habaha

Galery

Image
Jadi ceritanya tadi lagi ada seminar gitu. Terus aku jenuh dong, kan dari jam 8 sampe satu. Maka jadilah aku ke mushala. Selfi hahaha.

Prospagnosia stories

Image
Its a story sih, jadi jumat kemaren aku lagi bosen banget. Pas istirahat keluar kelas langsung jalan jauh ke kolam sendirian. Ngelamun kosong aja liat langit sama burung dara yang di lepas liar di kampus. Abis waktu istirahat udah tinggal dua menit aku jalan balik ke kelas dong, tapi inget belum sholat ashar. Akhirnya jalan lurus arah mushala. Ada anak duduk di bawah tiang main laptop. Aku bisa liat wajahnya cuma ga bisa mengenali. Bajunya sih kaya iko, temen sebangku ku, rambut gondrong di kuncir satu pake batik coklat. Beneran sih, pas aku udah balik ke kelas gitu. Baju itu adalah yang di pake iko, berarti yang aku lihat lagi main laptop tadi emang iko. Susah emang ga bisa mengenali wajah orang, bahkan temen sebangku sekalipun aku ga bisa identifikasi

Dingin

Image
Tuhan memanggil sayup sayup Berseling suara anak ayam berkecipak Sahut menyahut tak berhenti Jalin menjalin bagai tali temali Aku ketakutan Aku kedinginan Aku mau lari Aku sepi Jangan tarikku di keramaian Aku mau hening Biar sepi ini sekalian mengiris jiwa Biar lebur sakit ini, musnah

Pulang

Image
Aku ingin pulang, kerumah itu Tempat teduh yang berpagar pohon jambu Tapi di jalan aku tersesat Kemana aku harus melangkah Mana jalan yang harus ku pilih, tanjakan atau turunan Keduanya sama aku buta Mana jalan yang harus ku pilih, Bintang di kelam malam atau mendung seperti kapas di biru langit Keduanya aku ragu Mana jalan yang harus ku pilih, Memelukmu erat hingga tercekat, atau melepasmu lalu sepi Aku tak mau keduanya Karena aku hanya ingin pulang. Menggenggam tanganmu dan duduk  bersama Seperti dulu dulu

Kamu yang memilih pergi

Image
Kamu memutuskan untuk acuh Berhenti peduli lalu pergi Enggan menengok lagi tapi aku melihat wajahmu Jika memang pilihanmulah untuk meninggalkanku Maka jangan memasang muka itu Jangan terlihat bersedih Jangan terlihat tersakiti Jangan terlihat kesepian Karena kamulah yang memilih pergi Jangan membuatku merasa harus mengejarmu Karena disini, aku juga luka

Waktunya telah tiba

Image
Bagaimana caranya agar kamu mengerti. Aku pergi agar kamu tak tersakiti. Aku tak mau kamu terluka. Lalu menahan perih tak terkira Maafkan aku. Kupikir ku siap membuka lembaran baru. Membuka hati untuk memulai lagi. Tapi tidak. Sayangnya tidak. Jiwaku masih terkunci. Pada satu wanita yang masih tetap aku cintai. Bahkan setelah setahun dia pergi. Bahkan saat ku tau dia tak kembali. Maaf. Maafkan aku. Kamu pasti bertanya kenapa aku dingin begini. Tiba tiba acuh dan tak peduli. Menghilang dari hidupmu bak ditelan bumi. Aku ingin memutus kepalsuan, Rasa sayangku yang pura pura, padahal dirimu sungguh menyayangiku Karena ku sadar, kamu hanya pelampiasanku.  Dan wanita wanita yang menghiburku. Mencoba bertahan pada kemungkinan kemungkinan. Berharap bisa menyembuhkan hatiku yang luka. Barangkali aku akan terima karmanya. Berdosa menyakiti wanita sebaik kamu. Karenanya aku memilih berhenti sekarang. Sebelum lukamu semakin dalam.

Opini : tentang adat dan realita

Aku mengenal orang yang berjuang mempertahankan adat dan seluruh kearifan lokalnya. Menyuarakan tentang ekologi dan ekosistem asli. Menolak hal hal yang 'katanya' adalah moderenisasi. Berusaha mempertahankan tanah adat dan seluruh sumberdaya. Baik tanah, bumi, udara, alam dan manusiannya Aku mengenal orang yang berjuang untuk membuat apa yang disebut 'moderenisasi', mempercepat pembangunan, membangun akses jalan, tata kota yang maju. Menebarkan pemikiran pemikiran dengan ilmu pengetahuan terkini, menerapkan hasil hasil penelitian. Mengimbangi ledakan penduduk dengan sarana yang mereka butuhkan agar dapat menopang hajat hidup orang banyak. Keduanya sama sama baik. Sama sama berkeinginan memberi manfaat kepada orang lain, sama sama memperjuangkan kebaikan. Namun. Seringkali keduanya adalah hal yang bertentangan. Barangkali seperti dua kutub magnet yang sama, sama sama positif, tapi saling tolak menolak. Apakah memang sudah sunatullah nya begitu? Lantas, mana yang ke...

Ruang waktu

Lorong panjang. Jalannya tanpa ujung. Lurus. Tak berbelok Didepan gelap Di belakang pekat Yang tengah bercahaya Yang terlihat di sekitarku hanya pilar pilar Tinggi kelabu Menjulang Dingin Aku ketakutan Kemana aku harus lari?

Ruang sepi

Kemana aku harus mencari Engkau yang dekat tapi jauh Engkau yang kurindukan Tapi tak bisa kutemui Aku menangis Kebingungan dan tersesat Engkau ingin aku gapai Tapi tanganku tak sampai. Aku hanya bisa melolong Bicara pada angin di gelap malam Di antara napasku yang terputus Bagaimana caranya untuk bertemu?

Milik siapa

Bilik sepi itu sekarang milik siapa Tempat dulu bercengkrama Antara aku dan tuhanku Sekarang milik siapa? Sejak sujudku, sholatku ibadahku Kau khotbahkan bukan lagi "Lillahi ta ala" Tapi jadi "tetanggamu ta ala" "Nilai ta ala" Ruang hening itu kini milik siapa Mengapa yang antara aku dan tuhanku pun Sekarang jadi masalah untukmu Lalu sekarang siapa yang bertanggung jawab Jika heningku hilang jadi amarah Jika syahdu musnah Berganti jadi "lihatlah aku!"

Pusaran

Aku, kamu dan seluruh kerinduan di antaranya. ______________ Kita, aku-kamu. Memang berbeda. Setelah pertemuan itu aku mulai merindukanmu. Dan setelah berpisah, aku mulai berhalusinasi. Aku tak ingin bertemu-mu lagi, aku tak ingin mendengar suaramu.- tentangmu. Aku tak ingin mengingatmu. Tapi bohong. Kamu adalah hantu yang terus bergentayangan di pelupuk mata. Aku selalu melihatmu, seolah kamu selalu di hadapku. Aku selalu mendengarmu, seolah kamu berbisik padaku. Aku selalu mengingatmu, seolah kamu adalah kunci hati yang aku lupa jatuh dimana. Kamu selalu bergema bergaung di ruang ruang rinduku Kita, aku-kamu berbeda. Aku berharap kamu disini. Dan kamu? Berharap aku pergi

Meng Install Anaconda di Windows

Image
Pernah denga Anaconda?. Bukan ular itu ya. Tapi Anaconda yang berfungsi sebagai  compiler bahasa python ya. yuk kita akan mencoba untuk menginstall anaconda di windows.  Anaconda sendiri merupakan data science platform yang bisa di akses secara gratis dan open source untuk bahasa pemrograman Python dan R, secara umum sering kali digunakan untuk pemrosesan data skala besar, predictive analytics, dan scientific computing yang mampu menyederhanakan manajemen packages dan deployment. Yuk ikuti langkahnya! 1. Buka Webpage anaconda di https://www.anaconda.com/  atau klik DISINI , klik button download di pojok atas kanan 2. Selanjutnya kita perlu memilih apakah versi 3.7 atau versi 2.7. perlu di ingat kita perlu menyesuaikan dengan prosesor laptop kalian sendiri ya. Apakah akan menggunakan yang 32 bit atu 64 bit. kalo belum tahu klik DISINI Jika sudah silahkan tunggu hingga proses download selesai. 3. Double klik pada installer kalian. Lalu akan muncul seperti...

Kelebihan Bahasa Python

Image
                   Masuk kuliah di bidang teknologi dan sains? Siap siap ketemu sama pemograman!                Selamat datang di dunia yang penuh kode-kode ya. Nah, kali ini aku ingin menceritakan mengenai bahasa pemograman yang aku kenal. Salah satunya adalah Python.   Bahasa pemogran Python telah mulai dikembangkan oleh Guido van Rossum pada tahun 1990, versi terakhir python saat ini (2018) adalah versi 3.7. Berikut kelebihan bahasa pemograman python. ·           Python adalah bahasa pemrograman high-level ·           Free, Open source, dan memiliki basis komunitas yang luas ·           Dapat dijalankan di berbagai platform ·           Distribusi standar sudah memiliki banyak modul ·  ...

Jakarta di suatu hari

Image
Monas jam 2 pagi Masih sedihkah hatimu aku tau itu luka Pasti hati kecilmu punya harap tapi langit sudah menurunkan titahnya "Tahun depan cobalah lagi" Masihkah kamu melihat dunia abu abu Berjalan dengan kecewa dalam kalbu sambil sesekali bertanya pada diri "Apakah ini benar terjadi?" Bersedihlah, kecewalah Lalu ikhlaskan. siapa tahu Yang Kuasa sudah punya rencana "Malaikat, selepas ini buatlah dia bahagia" Mengenang hari buat jalan disini. Kota Tua ". Jangan tanya kenapa dan ngapain. Em, baru pertama kali ngerasain di jakarta malam hari mampir ke kota tua, udah lewat jam sebelas malem. dan, ada tawuran. dari sana aku bisa memahami beberapa hal mengenai realita kenapa orang bilang Jakarta itu keras. ya, lumayan sih. horror. *good bye*

Kenapa

Jujur saja ini sedikit membingungkan bagiku. ada teman yang baru aku kekenal sehari, dan tiba tiba seringkali aku bangun dari tidur terkaget kaget, secara otomatis ingat atau mencari temanku ini. aku tidak paham. Em, anaknya memang seikit istimewa, dia mengingatkan aku pada pemilik mata-mata yang berkilau. mereka terlihat indah. Aku memang memiliki ketertarikan khusus pada programmer. jangan tanya mengapa, kalau secara pasti aku belum tau. tapi mungkin ada beberapa hal yang menarik dari mereka. cara mereka berfikir tak rasa memang sangat berbeda dengan profesi lain. nanti lagi

Alasan aku menyukaimu

Aku sedang bertanya apa alasannya, untuk pertanyaan yang mungkin tak akan pernah aku lontarkan pada pada siapapun, tidak padaku sendiri. Apa alasannya aku menyukaimu? Pernah suatu waktu aku bertanya, mengapa itu kamu? Di antara banyak orang yang aku temui kenapa itu kamu?. Akankah karena senyum mu di sore itu, saat aku datang dan kamu bersiap pergi. Atau karena ramahmu bercanda untuk duduk disana disini . atau karena di antara banyak matapelajaran aku benci satu subjek itu, dan kamu memahami subjek itu -aku mendengar soal hidrolisis atau apalah saat lewat didepan kelas tambahanmu-. Atau karena kita keluar sore itu untuk berburu buku. Atau karena tidak ada alasan apapun? Aku dulu pernah berfikir, kenapa di antara semuanya, kenapa itu kamu? Namun sekarang tidak. Tidak begitu lagi Bagaimanapun akhirnya aku menyadari. Kamu ternyata bukan "kenapa harus kamu" yang selama aku fikirkan. Kukira begitu Ada terlalu banyak alasan untuk menyukaimu. Tapi itu membuktikan satu ha...

Mengenai melupakanmu

Aku masih ingat kapan mulanya. Adalah hari saat aku memutuskan melepaskanmu. Semuanya semakin menjadi jadi saat aku memutuskan melupakanmu. Malam-malamku semakin penuh dengan mimpi buruk. Dulu kala aku mencari tau, katanya arti melihatmu mati adalah karena aku takut kehilanganmu. Semacam unfinished story yang mengakibatkan ketakutan jika kamu pergi. Jujur saja aku belum terlalu yakin apakah aku suka padamu, apakah aku cinta padamu. Aku bukan manusia melankolis yang peduli pada perasaan, rasa bagiku adalah sesuatu yang ada dalam kontrolku, yang di putuskan oleh otak. Maka aku membuat keputusan, setelah dua kali mimpi buruk kematianmu, aku bilang aku suka padamu. Jujur, aku tidak peduli pada responmu, sejak awal aku hanya ingin melepasmu. Yang aku lakukan adalah memutus rantai yang belum selesai, melengkapi unfinish story itu. Agar otakku siap melepasmu. Aku ingat, setelah kejadian itu kita berkomunikai baik. Tetap baik. Namun pada akhirnya kita hilang kontak juga. Siapa yang peduli?...

Poetry

26/05/2018 Di sebuah waktu sebelum subuh Hatiku sedang sendu Sejak kemarin aku menantimu Bukan, bukan begitu Aku hanya bertanya-tanya "Apakah kamu masih peduli, padaku?" Hatiku sudah tidak gempa lagi Peduli apa pada pesan-pesanmu Tapi aku benci Mudahmu pergi begitu saja Gampangmu menganggap aku tidak ada Oh tidak, bukan begitu juga Kamu selalu kembali Bahkan sesudah bertahun pergi Kamu kembali, selalu begitu Jadi, apakah aku mainan yang menyenangkan? Aku hanya ingin tau Apakah kamu, sekali saja. Pernah memiliki rasa yang sama? 27/05/2018 Pada sebuah hati Di antara kita, siapakah yang salah? Kamu tidak terlihat peduli padaku Dan akupun pura-pura tidak peduli padamu Kalau begitu, ketidakpedulianmu padaku. Apakah itu sebuah kepura-puraan, atau sungguh memang begitu? Semalam aku bercerita pada sahabatku Dia bilang, "sudah tinggalkan saja" "Lelaki tidak bertanggung jawab seperti dia tidak pantas di pertahankan" Ah, sahabatku...